Rabu, 08 Jul 2026
Network
Beranda
Terkini
Berita Utama
Daerah
Migei Bermanei
Lebong
Bengkulu
Curup
Kepahiang
Bengkulu tengah
Nasional
Kesehatan
Menyapa Nusantara
Sport News
Otomotif
Network
Beranda
Nasional
Detail Artikel
Tegangan Tinggi
Reporter:
Radar Kepahiang
|
Editor:
Radar Kepahiang
|
Minggu , 28 Sep 2025 - 17:10
----
tegangan tinggi oleh: dahlan iskan saya mendekati seorang ibu dengan anak remaja putrinyi. "bolehkah berfoto bersama?" tanya saya sesopan mungkin. "boleh," jawab sang ibu. si ibu pakai kerudung. si remaja tanpa penutup kepala. itulah gambaran wanita di damaskus, ibu kota syria. memang masih lebih banyak yang berkerudung tapi tidak sedikit yang tanpanya. yang berkerudung pun umumnya bukan kerudung panjang. juga bukan kerudung yang menutup bahu. kerudung mereka menutup rambut tapi dililitkan di leher. dengan demikian kerudung itu tidak menyembunyikan leher yang jenjang. cara umumnya wanita syria berpakaian mirip muslimah di indonesia. pakai kerudung tapi atasannya bisa apa saja: kaus, jaket, blus, kemeja, berbunga, dan seterusnya. terasa lebih modis dan santai. pun bawahan mereka. apa saja. jeans, celana ketat, rok panjang, atau celana komprang. benar-benar seperti gaya muslimah di indonesia. apalagi postur badan mereka juga tidak banyak beda dengan ukuran wanita indonesia. bukan seperti di arab saudi. hanya saja hidung mereka tetap mancung. mata agak kebiruan. kulit mereka putih –ini arab putih. ada juga wanita yang mendatangi janet. minta berfoto. tumben. di indonesia tidak ada yang minta foto bersama janet. apalagi di amerika. "mungkin saya dikira korea," kata janet merendah. "mereka mengira anda bintang film korea," sahut saya. gus najih menjelaskan: di suriah pun film drama korea disukai. mereka kecanduan. seperti kita juga. wanita di suriah juga bekerja. seperti wanita muslimah di indonesia. juga ber-make-up --lebih berani. ketika diskusi dengan pemilik sebuah perusahaan di damaskus, yang menjelaskan teknis detailnya juga seorang staf wanita. pakai kaus t-shirt, celana jeans, rambut terurai. hanya ketika ke masjid muawiyah, janet harus pakai baju panjang, lengan panjang. bentuknya seperti jas hujan berpenutup kepala. warna kainnya biru muda mencolok. bagian depannya tidak harus dikancing. sebelum masuk halaman masjid ada tempat persewaan baju seperti itu: untuk para turis. ornamen luar masjid muawiyah bisa bicara: masjid ini dulunya gereja. yang diperluas. ornamen romawiyahnya bertebaran di luarnya. di salah satu pojok halaman itu: makam jenderal besar perang salib salahudin al ayyubi. di sebelah jauhnya disebut ''pojok al ghazali'' --di situlah filsuf imam al ghazali menyelesaikan penulisan buku ikhya ulumuddin. di depan makam itu kami mendongak ke atas: ke puncak menara tua. kepercayaan yang pernah ada: kelak, nabi isa –jesus– akan kembali turun ke bumi lewat menara itu. belum banyak turis yang masuk masjid ini. waktu salat asar baru saja berlalu. senja menjelang. udara sejuk. terlihat 10-an wanita berbaju biru-muda-mencolok di halaman masjid. mereka masuk masjid lewat pintu yang berbeda dengan laki- laki. "aturan ini berlaku sejak pemerintahan baru berkuasa," ujar gus najih. ada plaza berlantai batu di samping masjid. lebih ramai lagi. plaza itu menghubungkan pintu samping masjid dengan gerbang pasar. kami masuk pasar itu. ingatan saya: seperti ketika masuk pasar kuno di xinjiang, tiongkok. hampir persis. lengkung koridor utamanya, lorong-lorong percabangannya, cara menempatkan barang di tiap kiosnya. berarti kuat sekali pengaruh desain pasar di syria masa silam ke pasar xinjiang masa lalu. pasti ini pengaruh perdagangan jalur sutera. di pedalaman pasar itu kami hanya beli satu barang: es krim. es krim kuno. icon di pasar itu. icon di seluruh negara. pun saya yang sudah tahunan tidak makan es krim harus merasakannya. porsinya besar. pembelinya berjubel. pembuatan es krimnya manual. sampai ada empat lumpang pembuat es krim di kios itu. lumpangnya stainless steel. sebesar dandang. alu kecilnya berkepala besar. alu itu untuk menumbuk bahan di dalam lumpang. es krimnya fresh from the lumpang. azan magrib pun menggema keras di dalam pasar yang padat manusia ini –70 persennya wanita. tidak ada yang hirau. semua tetap di kesibukan mereka. tidak ada ekspresi wajah yang berubah. sampai malam pasar ini tetap ramai. malam yang redup. nyala listriknya seperti rembulan yang tertutup awan. "kita ke kampung kristen dan yahudi," ajak gus najih. "di mana?" tanya saya. "di situ. di depan masjid," jawabnya. "mepet dengan masjid," tambahnya. itulah kampung arab kristen. tidak pernah terganggu. sepanjang masa. pun di masa pemerintahan baru yang dipimpin mantan petinggi taliban sekarang ini. kampung ini sudah sepi. lorong-lorongnya gelap. tapi tidak ada perasaan tidak aman berjalan malam di damaskus. apalagi sambil memegang es krim. di kota aleppo, keesokan harinya, kami juga jalan-jalan malam. menyusuri jalan-jalan kecil kota. tidak ada perasaan takut. atau waswas. pun janet. bahkan di beberapa lokasi ada anak kecil yang menyapa janet: ni hao! sampai matahari tenggelam pun toko-toko alat listrik di aleppo masih buka. begitu semangat mereka berjualan. kian malam kian banyak kafe yang buka. wanita yang ke kafe di aleppo, 80 persen tanpa penutup kepala. pukul 21.00 kami kembali ke hotel. sepanjang hari belum istirahat. mulai terasa mengantuk. tiba di lobi hotel terlihat begitu banyak wanita arab. pakaian umumnya hitam. pakaian pesta. ternyata ada pengantin di hotel itu. para wanita terus berdatangan. naik ke ballroom di lantai dua. saya minta gus najih bertanya ke wanita 5i yang duduk di sofa di sebelah saya. "apakah pengantinnya sudah tiba?" kalau belum, kami ingin menunggu kedatangannya. seperti apa. "belum. pengantin baru tiba pukul 22.00 nanti," jawabnyi. pengantin baru tiba jam 10 malam? begitulah adatnya. di dunia arab. malam itu pestanya hanya untuk wanita. undangan laki-laki di lain hari. kami pun siap-siap tidak bisa tidur nyenyak. pesta itu nanti akan full music. sampai pukul dua malam. mereka melepas pakaian luar warna hitam itu. di dalamnya sudah dikenakan pakaian pesta untuk bersaing sesama wanita. jilbab pun mereka lepas. akan terlihat tatanan rambut aslinya. termasuk catnya warna apa. saya ingin sekali mengintipnya. tapi seandainya berhasil pun pandangan saya akan kabur. mata ini seperti tinggal lima watt. meski tegangan listrik di bawah tinggi, voltase tegangan atasnya payah. (dahlan iskan)
«
1
2
3
4
Tag
Share
Koran Terkait
Kembali ke koran edisi RADAR KEPAHIANG, EDISI SENIN 29 SEPTEMBER 2025
Berita Terkini
Kulit Sehat dan Glowing, Ini Rekomendasi Merk Air Mawar!
Nasional
49 menit
Belum Ada Keluarga yang Menjemput, Dinsos Kepahiang Bakal Makamkan Jasad Mr. X
Kepahiang
54 menit
Paskibraka Provinsi Bakal Ditinjau Ulang, Edwar: Kedepan, Jangan Kirim Peserta Hanya Karena Anak Pejabat, Tapi
Kepahiang
59 menit
Terbukti Membayar dan Aman, Ikuti Cara Mainnya Agar Menghasilkan Saldo DANA!
Nasional
1 jam
Messi Terdepan, Persaingan Top Skor Piala Dunia 2026 Memanas: Mbappe dan Haaland Terus Membayangi
Sport News
2 jam
Prediksi Lengkap Perempat Final Piala Dunia 2026
Sport News
2 jam
Delapan Raksasa Bertahan: Daftar Tim Lolos ke Perempat Final Piala Dunia 2026, Duel-Duel Panas Siap Tersaji
Sport News
2 jam
Argentina Bangkit dari Maut: Tundukkan Mesir 3-2 Lewat Comeback Sensasional, Messi Antar Albiceleste ke Peremp
Sport News
2 jam
Yamaha Cygnus XR Meluncur Dengan Edisi Spesial 70 Tahun: Terbatas Dalam Penjualan
Otomotif
15 jam
Yamaha Y15ZR 2027: Motor Bebek Sport dengan Warna Batu Giok
Otomotif
15 jam
Berita Terpopuler
Kelamin Mr X Hilang, Korban Segera Dikebumikan Jika Tidak Ada Keluarganya
Kepahiang
15 jam
Kebakaran Hebat di Kepahiang: Lansia 67 Tahun Terjebak Dalam Rumah & Emas 20 Gram Ikut Terbakar
Berita Utama
15 jam
Gauli 2 Putrinya Bapak di Kepahiang Berikan Ancaman: Motif Didalami Polisi
Berita Utama
15 jam
Perkuat SPBE, Pemkab Kepahiang Replikasi Aplikasi e-Presensi Mobile Pemprov Bengkulu
Kepahiang
21 jam
Lansia Korban Kebakaran Alami Luka Bakar 22 Persen, RSUD Kepahiang: Tiba di Rumah Sakit Sudah Meninggal Dunia
Kepahiang
17 jam
Yamaha Y15ZR 2027: Motor Bebek Sport dengan Warna Batu Giok
Otomotif
15 jam
Berita Pilihan
Polisi Kantongi 2 Rekaman CCTV: Misteri Mayat Wanita Hamil di Tepi Jurang Kepahiang Segera Terungkap
Berita Utama
3 bulan
Dalami Misteri Mayat Wanita Hamil di Tepi Jurang Kepahiang: Ayah Bayi Diburu Lewat Tes DNA
Berita Utama
3 bulan
Pedagang Balon Vs pedagang Es, Satu Korban Tewas: Awalnya Hanya Cekcok Mulut hingga Berujung Penikaman
Berita Utama
3 bulan
Pedagang Es di Kepahiang Ditikam hingga 'Mandi Darah': Pengunjung Duta Gallery Histeris
Berita Utama
3 bulan
Gaji Rp 15 Juta Per Bulan, Kesempatan Kerja ke Taiwan Dibuka: Disperinaker Kepahiang Umumkan Pendaftaran CPMI
Berita Utama
3 bulan