Petani Lada di Kepahiang Waspada Penyakit Busuk Pangkal Batang

Tampak petani lada di Kepahiang --IYUS/RK

Radarkoran.com-Dinas Pertanian Kabupaten Kepahiang meminta petani mewaspadai penyakit busuk pangkal batang pada tanaman lada atau disebut sahang, karena saat tengah terjadi musim hujan.

"Penyakit busuk pangkal batang riskan muncul saat memasuki musim hujan, karena pengaruh lembab yang berlebihan pada batang tanaman lada atau sahang," Kata Fungsional Dinas Pertanian Bidang, Eko Prayitno

Selain itu, kata Eko, munculnya penyakit tersebut merupakan dampak dari hama atau cacing yang bisa menyerang kapan saja tanpa mengenal musim, tapi yang paling riskan adalah ketika memasuki musim hujan karena kelembaban udara yang tinggi. Untuk mengantisipasi hal tersebut, para petani di daerah Seberang Musi dan Bermani Ilir harus lebih giat menjaga dan membersihkan areal perkebunan lada terutama di sekitar batang tanaman lada.  

Menurut Eko, petani tidak cukup hanya membersihkan perkebunan lada dari sampah-sampah dan tanaman hama yang mengganggu, akan tetapi harus membuatkan aliran air agar air hujan tidak menggenang di sekitar batang tanaman lada.

"Sebenarnya teknis yang disarankan ini bukan merupakan teknis baru, tetapi mengembangkan sistem yang sudah diterapkan nenek moyang dulu yang sekarang banyak ditinggalkan para petani," katanya.

Lebih lanjut ia mengatakan, selain melakukan pembersihan dan pembuatan aliran air, para petani juga harus memberikan pupuk alami seperti kotoran sapi, kompos, untuk melindungi tanaman dari hama-hama penyakit lain yang mungkin muncul di musim hujan.  

Dalam menanggulangi penyakit pada tanaman lada, Eko yang pernah menjabat kepala Balai Holtikultura Kabupaten Kepahiang itu berharap para petani mengurangi penggunaan pestisida dan bahan kimia lainnya, karena akan mempengaruhi produksi dan kualitas lada yang tidak baik dalam jangka waktu panjang. Untuk melakukan pembasmian penyakit pada tanaman lada sebaiknya petani dianjurkan menggunakan bahan alami dan melakukan perawatan tanaman secara teratur.

"Yang menjadi masalah saat ini adalah masyarakat tidak terlalu menekuni perkebunan lada, hanya melakukan penaman dan tinggal menunggu hasil tanpa melakukan perawatan secar rutin," pungkasnya

Tag
Share
Berita Terkini
Berita Terpopuler
Berita Pilihan