Punya Mobil dan Barang Mewah: Banyak Penerima Bansos di Kepahiang 'Tak Tahu Diri'

Stiker miskin Dinsos Kepahiang --JIMMY/RK

Radarkoran.com-Fenomena penyaluran Bantuan Sosial (Bansos) tidak tepat sasaran, belakangan ini memang menjadi momok perbincangan hangat di kalangan masyarakat. Saking menariknya untuk dibahas, topik ini terus menjadi tranding di media sosial hingga memicu pro dan kontra yang seakan tiada habisnya.

Bagaimana tidak, khusus di Kabupaten Kepahiang ini sendiri, Dinsos Kepahiang membuat sebuah gebrakan gemilang dengan cara melakukan penempelan stiker bertuliskan 'Kami Termasuk Dalam Kategori Keluarga Miskin Penerima Bantuan Sosial', sebagai penanda bahwa keluarga tersebut telah menerima dan menikmati Bansos yang dikucurkan oleh pemerintah.

Sebagaimana yang telah diatur dalam Undang-Undang, Permensos, Permendagri hingga Perpres, secara garis besar dapat disimpulkan bahwa, penerima Bansos merupakan seseorang, keluarga, kelompok, atau masyarakat yang termasuk kategori miskin, tidak mampu, dan/atau rentan terhadap risiko sosial.

BACA JUGA:Stiker 'Miskin' Jadi Momok Menakutkan: Total 764 Data KPM Bansos di Kepahiang Mengundurkan Diri

Namun yang terjadi di Kabupaten Kepahiang belakangan ini, tampak sangat bertolak belakang dengan kriteria atau kategori penerima Bansos yang layak. Sebab berdasarkan pantauan langsung wartawan Surat Kabar Harian (SKH) Radar Kepahiang, ada banyak para Penerima Bansos yang sejatinya tidak lagi layak.

Beberapa penerima Bansos di Kepahiang ini, memiliki rumah mewah yang dilengkapi fitur keamanan berupa CCTV, terpajang sebuah mobil di dalam garasinya, memiliki lebih dari 1 motor, dan sejumlah barang mewah lainnya yang diakui kepemilikannya oleh si penerima Bansos. 

Memang dalam pelaksaannya, saat rumahnya akan dipasangi stiker bertuliskan 'Kami Termasuk Dalam Kategori Keluarga Miskin Penerima Bantuan Sosial', ada beberapa KPM yang menyatakan pengunduran dirinya dari segala macam program Bansos.

Sebaliknya, ada juga beberapa penerima Bansos yang masuk dalam kategori tidak layak, namun tetap 'tak tahu diri' dan masih ingin menikmati Bansos dari pemerintah. Ia bahkan tanpa ada rasa malu, merelakan rumahnya itu ditempeli stiker bertuliskan 'Kami Termasuk Dalam Kategori Keluarga Miskin Penerima Bantuan Sosial'.

BACA JUGA:5 Warga Dusun Sawah Mundur dari Daftar Penerima Bansos, Ini Alasannya

Melirik fenomena tersebut, Kepala Dinsos Kepahiang, Helmi Johan, M.Pd menuturkan bahwa, selama ini sejatinya pendamping PKH dan juga TKSK sudah berusaha secara persuasif, untuk mengingatkan sejumlah KPM yang bersangkutan dalam setiap pertemuan kelompok yang diadakan 1 bulan sekali.

Sayangnya peringatan ini berakhir sia-sia, sebab untuk melakukan proses pengunduran diri tersebut, KPM yang bersangkutan harus menandatangani surat pengunduran diri di atas materai Rp 10 ribu. 

"Memang ada banyak temuan kita pada saat melakukan program penempelan stiker bertuliskan 'Kami Termasuk Dalam Kategori Keluarga Miskin Penerima Bantuan Sosial' di rumah-rumah KPM. Ada yang ketahuan rumahnya mewah, punya kendaraan seperti mobil dan sejumlah barang mewah lainnya. Selama ini, pendamping PKH dan juga TKSK sudah berusaha secara persuasif, untuk mengingatkan sejumlah KPM yang bersangkutan dalam setiap pertemuan kelompok yang diadakan 1 bulan sekali. Tapi karena kurang tanggapan dari yang bersangkutan, sehingga kita pun tidak bisa memaksakannya," ujar Helmi Johan.

BACA JUGA:Dilema Penempelan Stiker Bansos, Ini Kata Anggota DPRD Kepahiang

Terhadap penyaluran Bansos ini sendiri, seluruh masyarakat Kabupaten Kepahiang tanpa terkecuali, sejatinya memiliki hak untuk melakukan kontrol sosial. Jika memang ada KPM yang dianggap tidak layak mendapatkan Bansos, maka silahkan melakukan sanggah melalui aplikasi Cek Bansos ataupun akun resmi Kementrian Sosial (Kemensos) RI. Jika memang sanggahan itu valid, maka nantinya akan dilakukan proses penghapusan atau pencoretan terhadap yang bersangkutan dari program Bansos yang selama ini dinikmatinya.

Tag
Share
Berita Terkini
Berita Terpopuler
Berita Pilihan