Jangan Dirikan Bangunan di Wilayah Rawan Bencana
Bupati Kepahiang saat mendatangi rumah korban bencana--JIMMY/RK
Radarkoran.com-Bencana alam yang disebabkan oleh cuaca ekstrem belakangan ini, menimbulkan banyak kerugian. Salah satu kerugian tersebut ialah, rusaknya sejumlah rumah warga akibat tergerus longsor ataupun angin kencang.
Menanggapi terkait hal ini, Bupati Kepahiang, H. Zurdi Nata, S.Ip menekankan pentingnya upaya mitigasi bencana di Kabupaten Kepahiang, Hal ini bertujuan untuk meminimalisir risiko, terjadinya musibah serupa di masa yang akan datang. Oleh sebab itu, salah satu upaya yang wajib dilakukan ke depannya ialah, dengan tidak mendirikan bangunan apapun di wilayah rawan bencana alam, terkhususnya bencana longsor.
"Iya benar, kita perlu terus mengedukasi masyarakat agar tidak mendirikan bangunan di daerah rawan longsor maupun bencana lainnya. Dengan begitu, risiko dan dampak musibah dapat diminimalisir," ujar bupati Kepahiang.
BACA JUGA:Tanah Longsor Rumah Warga Dusun Kepahiang Nyaris Ambruk: Belum Ada Perhatian Pemerintah
Menurut bupati, beberapa rumah yang terdampak bencana alam telah ia sambangi. Saat mendatangi rumah-rumah tersebut, memang sudah dalam kondisi yang tidak lagi layak ditempati lantaran sudah luluh lantak akibat tergerus bencana. Kendati demikian, Pemkab Kepahiang tetap berupaya untuk mengulurkan tangan dan membantu masyarakat yang sedang dalam kondisi berduka tersebut.
"Sudah menjadi tugas pemerintah untuk membantu masyarakat yang mengalami kesulitan, salah satunya akibat bencana ini. Kita kemarin juga sudah mendatangi warga yang rumahnya rusak akibat longsor," sambungnya.
Sekadar mengulas kembali bahwa, Kabupaten Kepahiang, Provinsi Bengkulu mengawali awal tahun 2026 ini dengan sambutan dari berbagai bencana alam. Bahkan informasi dihimpun Radarkoran.com, sedikitnya sudah ada 3 bencana alam yang terjadi di Kepahiang hanya dalam waktu 1 malam saja. Wisata Kabawetan.
BACA JUGA:Diguyur Hujan Lebat, Rejang Lebong Dilanda Banjir, Longsor hingga Jalan Amblas
Bencana alam ini, terjadi akibat hujan deras yang disertai dengan angin kencang, pada Kamis 1 Januari 2026. Hanya dalan waktu beberapa jam saja, bencana alam berupa banjir melanda sejumlah titik, pohon-pohon berukuran besar tumbang, serta rumah warga tergerus longsor.
Kepala BPBD Kabupaten Kepahiang, Hendra, ST membenarkan adanya 3 bencana alam ini. Dijelaskanna bencana alam berupa banjir terjadi di beberapa titik di wilayah Kabupaten Kepahiang. Sementara bencana alam berupa longsor terjadi di Kelurahan Padang Lekat, serta bencana alam berupa pohon tumbang terjadi di Jalan Lintas Kepahiahg - Kabawetan.
BACA JUGA:Waspada Longsor! BPBD Rejang Lebong Pasang Rambu Peringatan di Jalan Lintas Curup-Lubuklinggau
"Iya benar, kita mendapatkan laporan tadi malam. Kurang lebih ada 3 peristiwa, berupa banjir, pohon tumbang dan juga longsor. Untuk pohon tumbang sendiri, kita sudah evakuasi, memang sempat menimbulkan kemacetan sebab pohon yang tumbang ini memblokir jalan," demikian Hendra.