Program STBM Kabupaten Lebong Terbaik di Provinsi Bengkulu
Kepala Dinkes Lebong Rachman, S.KM, M.Si--EKO/RK
Radarkoran.com - Dalam melaksanakan Program Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM), Kabupaten Lebong menjadi yang terbaik di Provinsi Bengkulu.
Mencatat capaian sebesar 71 persen, Kabupaten Lebong berhasil mendapatkan nilai tertinggi dibandingkan seluruh kabupaten dan kota lain di Provinsi Bengkulu.
Capaian ini menegaskan keseriusan pemerintah daerah bersama masyarakat dalam mewujudkan lingkungan yang bersih, sehat, dan bebas dari praktik buang air besar sembarangan (BABS).
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Lebong, Rachman, S.KM, M.Si menyampaikan program STBM merupakan program nasional yang berfokus pada pemberdayaan masyarakat untuk mengubah perilaku hidup bersih dan sehat melalui penerapan lima pilar utama.
Lima pilar tersebut meliputi stop buang air besar sembarangan, cuci tangan pakai sabun, pengelolaan air minum dan makanan rumah tangga, pengelolaan sampah rumah tangga, serta pengelolaan limbah cair rumah tangga. Program ini menekankan perubahan perilaku secara mandiri dan berkelanjutan, bukan semata pembangunan fisik.
"Berdasarkan data terbaru, dari total 104 desa dan kelurahan yang ada di Kabupaten Lebong, sebanyak 74 desa telah memenuhi indikator STBM. Dengan persentase 71 persen, Lebong tidak hanya unggul secara angka, tetapi juga menunjukkan konsistensi pelaksanaan program di tingkat desa," ujar Rachman.
Lebih lanjut, keberhasilan tersebut merupakan hasil sinergi antara pemerintah kabupaten, pemerintah desa, tenaga kesehatan, kader kesehatan, serta partisipasi aktif masyarakat. Tingginya capaian STBM di Kabupaten Lebong sekaligus menjadi bukti komitmen pemerintah daerah dalam meningkatkan kualitas sanitasi lingkungan dan kesehatan masyarakat. Kesehatan
BACA JUGA:Jam Kerja ASN Lebong Dikurangi Selama Ramadan
"Implementasi program dilakukan secara sistematis melalui sosialisasi, pendampingan, monitoring, serta evaluasi berkelanjutan di setiap desa. Upaya ini dinilai efektif dalam mendorong perubahan perilaku masyarakat menuju pola hidup yang lebih sehat," ungkapnya.
Capaian Kabupaten Lebong juga menempatkannya sebagai daerah rujukan bagi kabupaten dan kota lain di Provinsi Bengkulu. Saat ini, Kabupaten Bengkulu Selatan berada di peringkat kedua dengan capaian STBM sebesar 63 persen.
Sementara itu, Kota Bengkulu menempati posisi ketiga dengan capaian 28 persen. Perbedaan angka tersebut menunjukkan adanya tantangan yang masih dihadapi sejumlah daerah dalam percepatan program sanitasi berbasis masyarakat.
"Keberhasilan Lebong tidak terlepas dari peran aktif berbagai pihak, mulai dari komunitas masyarakat, aparat desa, hingga dinas terkait. Pemerintah desa dinilai memiliki kontribusi penting dalam menggerakkan warga, menyusun regulasi desa, serta memastikan penerapan perilaku hidup bersih dan sehat berjalan secara berkelanjutan," tambahnya.
Rachman menambahkan pihaknya akan terus mengupayakan peningkatan persentase capaian STBM hingga melampaui angka 80 persen pada tahun ini. Target tersebut menjadi bagian dari strategi jangka menengah pemerintah daerah dalam meningkatkan derajat kesehatan masyarakat serta kualitas lingkungan permukiman.
Menurut Rachman, pencapaian di atas 80 persen sangat penting agar Kabupaten Lebong dapat mengikuti Program Kabupaten/Kota Sehat (KKS). Program tersebut menilai berbagai aspek pembangunan daerah, termasuk sanitasi, kesehatan lingkungan, dan perilaku masyarakat. Dengan capaian STBM yang tinggi, Lebong dinilai memiliki peluang besar untuk meraih predikat Kabupaten Sehat di masa mendatang.