Gerbong harapan petani dan pedagang Banten
Sejumlah penumpang memasuki gerbong kereta api khusus petani dan pedagang di Stasiun Cikeusal.--IST/RK
Radarkoran.com - Di tengah masifnya pembangunan infrastruktur transportasi nasional, pemerintah menghadirkan terobosan yang menyentuh langsung kehidupan rakyat kecil. Melalui layanan kolaborasi PT Kereta Api Indonesia (Persero) dan Direktorat Jenderal Perkeretaapian Kementerian Perhubungan dengan skema Public Service Obligation (PSO), pemerintah menyediakan gerbong kereta api khusus untuk kalangan petani dan pedagang untuk jalur lintas Merak-Rangkasbitung, Banten mulai 1 Desember 2025.
Dengan tarif sebesar Rp3.000 untuk sekali perjalanan, layanan kereta api petani dan pedagang diharapkan dapat meringankan beban biaya logistik.
"Kereta ini dirancang oleh tenaga ahli kami di Balai Yasa Surabaya Gubeng. Setiap detail disiapkan agar perjalanan aman, nyaman, dan tetap tertata, sehingga petani dan pedagang dapat memasarkan produk dengan lebih mudah," kata Vice President Corporate Communication KAI Anne Purba.
Berdasarkan data PT KAI, hingga Februari 2026 telah lebih dari 10.000 kalangan petani dan pedagang memanfaatkan kereta yang memiliki kapasitas 73 tempat duduk dan area bagasi yang ditata sesuai kebutuhan penggunanya.
Kini setiap harinya ada ratusan pedagang maupun petani yang menanti kereta api tersebut di 11 stasiun pemberhentian di jalur yang dilewati, antara lain Rangkasbitung, Jambu Baru, Catang, Cikuesal, Walantaka, Serang, Karangantu, Tonjong Baru, Cilegon, Krenceng, dan Merak.
BACA JUGA:Tempo 5 Bulan, DP3AP2KB Lebong Catat 15 Peristiwa Pernikahan Usia Dini
PT KAI mencatat pergerakan tertinggi tercatat di Stasiun Cikeusal Kabupaten Serang, dengan 3.730 pelanggan naik dan 3.511 pelanggan turun. Data ini memperlihatkan peran Cikeusal sebagai titik distribusi utama komoditas lokal, terutama hasil pertanian, olahan makanan, dan produk kerajinan yang dipasarkan menuju Serang, Cilegon, dan Merak.
Dengan pelayanan sebanyak 14 perjalanan setiap harinya, kereta api dengan gerbong khusus petani dan pedagang ini menjelma menjadi salah satu urat nadi perekonomian baru di jalur Merak, Kota Cilegon hingga Rangkasbitung, Kabupaten Lebak.