Jalan Putus Tik Sirong Belum Tersentuh Perbaikan
Warga secara swadaya membuat jembatan darurat pada jalan putus di Desa Tik Sirong--Ist/RK
Radarkoran.com - Jalan putus di Desa Tik Sirong Kecamatan Topos hingga kini belum mendapatkan kejelasan kapan bisa diperbaiki. Padahal jalan tersebut menjadi akses utama masyarakat sekitar.
Plt Kepala Dinas Pekerjaan Umum Penataan Ruang dan Perhubungan (Dinas PUPR-Hub) Kabupaten Lebong, Reko Haryanto, S.Sos, M.Si mengatakan saat ini pihaknya masih melakukan pembahasaan, mengambil langkah perbaikan jalan di Desa Tik Sirong.
"Kita akan menggelar rapat menentukan solusi terbaik, penanganan jalan yang rusak," sampainya.
Ditambahkannya, bukan hanya jalan kabupaten yang berada di Desa Tik Sirong yang akan dibahas dalam upaya konstruktif, namun seluruh kondisi jalan kabupaten yang saat ini mengalami kerusakan.
BACA JUGA:Seleksi Capaskibraka Tingkat Provinsi, Kabupaten Lebong Sisakan 5 Peserta
"Semua jalan yang mengalami kerusakan akan diperbaiki,” jelasnya.
Menurutnya, untuk melakukan perbaikan tidak bisa dilakukan dengan cepat, hal ini dikarenakan masih perlu dilakukan kajian teknis, sehingga nantinya pembangunan atau perbaikan jalan bisa bertahap dalam jangka waktu yang lama.
"Kita tidak ingin baru beberapa tahun jalan kembali rusak," tambah Reko.
Reko meminta kepada seluruh masyarakat Kabupaten Lebong, untuk bersabar. Terkait persoalan jalan saat ini, dipastikan menjadi perhatian dan akan terus diupayakan Pemkab Lebong agar bisa segera mendapatkan solusi penanganan yang lebih maksimal.
BACA JUGA:Hebat! Pemkab Lebong Raih Opini WTP BPK RI
"Kita akan terus berupaya agar kerusakan jalan di Kabupaten Lebong, segera bisa diperbaiki,” tutupnya.
Diketahui jalan putus di Desa Tik Sirong terjadi pada 7 Mei 2026 lalu akibat banjir yang melanda wilayah tersebut. Akibatnya aktivitas masyarakat menjadi terganggu, terutama bagi warga yang menggunakan jalur tersebut untuk bekerja, mengangkut hasil pertanian, maupun keperluan pendidikan dan kesehatan.
Saat ini masyarakat sekitar secara swadaya sudah membangun jembatan sementara menggunakan bambu dan kayu sebagai penghubung darurat. Jembatan sederhana itu dibangun secara gotong royong oleh masyarakat setempat. Meski hanya bersifat sementara dan memiliki keterbatasan keamanan, keberadaan jembatan darurat tersebut cukup membantu warga untuk tetap melintas. Warga berharap pemerintah daerah segera mengambil langkah cepat agar akses jalan dapat kembali normal dan aman dilalui kendaraan.