Pemprov Bengkulu Siap Hadapi Tantangan Fiskal 2026: Fokus Program Jalan Mulus
Pj Sekda Provinsi Bengkulu, Herwan Antoni saat membuka kegiatan Sosialisasi Permendagri Nomor 14 Tahun 2025 tentang Pedoman Penyusunan APBD Tahun Anggaran 2026 pada 13 November 2025 lalu--GATOT/RK
Radarkoran.com - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bengkulu bersiap menghadapi penurunan dana Transfer ke Daerah (TKD) dari pemerintah pusat sebesar Rp347,93 miliar pada tahun 2026. Hal ini disampaikan oleh Penjabat Sekretaris Daerah Provinsi Bengkulu, Herwan Antoni, saat membuka Sosialisasi Permendagri Nomor 14 Tahun 2025 tentang Pedoman Penyusunan APBD Tahun Anggaran 2026 yang diselenggarakan oleh Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD) Provinsi Bengkulu baru-baru ini.
Herwan menegaskan bahwa penurunan TKD di tahun 2026 ini tidak akan menghambat program prioritas daerah, terutama Program Jalan Mulus.
"Kalau jalan sudah mulus, ekonomi akan bergerak, akses pendidikan dan kesehatan juga membaik ," sampainya.
Disisi lain, Herwan juga mendorong agar seluruh perangkat daerah untuk lebih kreatif dan fokus pada program prioritas daerah, terutama dalam mencari sumber keuangan lainnya.
BACA JUGA:Hari Ayah Nasional 2025: Menguatkan Peran Ayah dalam Keluarga
"Kondisi ini menuntut kita untuk berinovasi dan fokus pada program prioritas daerah. Apa pun tantangannya, visi utama Pemprov Bengkulu tetap sama, yakni percepatan perbaikan infrastruktur dasar seperti jalan dan jembatan yang menjadi kebutuhan yang paling dirasakan masyarakat saat ini," ujarnya.
Sementara itu, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala BKAD Provinsi Bengkulu, M. Rizqi Al Fadli, menambahkan bahwa penurunan TKD di tahun 2026 harus dijadikan momentum untuk memperkuat efisiensi dan akurasi perencanaan anggaran.
"Kita harus memastikan setiap rupiah anggaran benar-benar produktif dan tepat sasaran. Fokusnya bukan sekadar mengurangi belanja, tapi menata kembali prioritas agar pembangunan tetap berjalan efektif di tengah keterbatasan fiskal," katanya.
Dengan strategi perencanaan yang efektif dan prioritas yang jelas, Pemprov Bengkulu optimistis mampu menjaga keberlanjutan pembangunan daerah meski di tengah tekanan fiskal yang menantang.