Bayar Proyek Tunda Bayar Tahun 2024, Ini Pesan Kepala BKD untuk OPD
Plt Kepala BKD Kabupaten Lebong Riswan Effendi, MM--EKO/RK
Radarkoran.com - Jelang tutup tahun 2025, BKD Kabupaten Lebong fokus menuntaskan pembayaran sejumlah proyek tunda bayar tahun 2024. Adapun total proyek tunda bayar yang tersebar di sejumlah OPD tahun 2024 itu nilainya mencapai Rp 27 Miliar.
Plt Kepala BKD Kabupaten Lebong Riswan Effendi, MM memastikan disisa waktu yang ada pihaknya berupaya untuk melakukan pembayaran proyek tunda bayar tahun 2024. Terpenting adalah OPD yang memiliki kegiatan tunda bayar siap ketika ditemukan adanya kekuarangan atau kesalahan dalam usulan.
"Kami akan berupaya akan menuntaskannya di 2 hari ini. Dengan catatan OPD siap jika ada kekurangan atau berkas usulan yang kurang sehingga bisa segera dilengkapi, " kata Riswan, Selasa 30 Desember 2025.
BACA JUGA:Dinas PUPR-Hub Batasi Pengakuan Biaya: Material Terancam Tidak Dihitung
Ditambahkannya, anggaran untuk menuntaskan pembayaran kegiatan tahun 2024 tunda bayar sudah siap untuk dicairkan. Namun demikian masih terdapat sejumlah potensi kendala seperti aplikasi yang mereka gunakan sering mengalami gangguan atau maintenence secara nasional.
"Waktunya cukup singkat. Belum lagi aplikasi yang digunakan sering mengalami maintenence secara nasional. Bahkan beberapa waktu lalu sempat gangguan selama satu minggu, " tambah Riswan.
Pembayaran proyek tunda bayar ini merupakan tindaklanjut dari keinginan bupati, agar ke depan dapat fokus merealisasikan program-program sesuai dengan visi misinya.
"Bupati ingin pembayaran proyek tunda bayar tahun 2024 tuntas tahun ini. Sehingga kedepan anggaran yang ada bisa fokus untuk membiayai program-program lainnya, " tambah Riswan.
BACA JUGA:Exit Meeting BPK, Ini Pesan Wabup Bambang
Diketahui beberapa proyek tahun 2024 yang mengalami tunda bayar tersebut sebagian besar berada di Dinas PUPR-Hub. Misalnya di Bidang Bina Marga, total nilai tunda bayar proyek tahun 2024 lalu mencapai lebih dari Rp 10 miliar. Proyek tersebut meliputi peningkatan jalan lokal se-Kabupaten Lebong, pelebaran jalan Bentangur-Uram Jaya, dan pembangunan jembatan di Desa Tik Teleu. Selain itu, seluruh kegiatan pengawasan yang dilakukan pada tahun tersebut juga mengalami penundaan pembayaran.
Kemudian di Bidang Cipta Karya terdapat 18 kegiatan dengan total anggaran Rp 6,5 miliar yang tunda bayar. Tidak hanya kegiatan pembangunan fisik, sejumlah pekerjaan pengawasan juga termasuk dalam daftar tersebut.
Selain Bidang Bina Marga dan Bidang Cipta Karya (CK), kegiatan tunda bayar juga terjadi di Bidang Sumber Daya Air Dinas PUPR-Hub. Terdapat 10 kegiatan di Bidang Sumber Daya Air tahun 2024 yang terpaksa tunda bayar karena kondisi keuangan Pemkab Lebong yang terbatas. Totalnya mencapai Rp 1,6 miliar.