Catatan Kinerja Basarnas Bengkulu 2025: Laksanakan 42 Operasi, 31 Meninggal Dunia
Jajaran personel Basarnas Bengkulu saat melakukan kegiatan operasi pencarian beberapa waktu lalu--GATOT/RK
Radarkoran.com - Kantor Pencarian dan Penyelamatan (Basarnas) Provinsi Bengkulu menutup tahun 2025 dengan catatan yang memuat keberhasilan sekaligus keprihatinan. Selama dua belas bulan terakhir, tim Basarnas Bengkulu berhasil mengeksekusi total 42 operasi penyelamatan.
Dari 42 operasi tersebut, 283 orang berhasil diselamatkan, 31 orang meninggal dunia, dan 5 orang masih dalam pencarian.
Berdasarkan data yang dirilis oleh Kantor Basarnas Bengkulu, kecelakaan kapal menjadi jenis insiden paling dominan. Sepanjang tahun 2025 tercatat ada 13 operasi kecelakaan kapal.
"Dari angka itu, 224 orang selamat, 9 orang meninggal, dan tidak ada yang masih dalam pencarian," ujar Humas Kantor Basarnas Bengkulu, Mega Mysilva dalam keterangan tertulisnya pada Rabu, 31 Desember 2025.
Selain kecelakaan kapal, Basarnas Bengkulu juga menangani 27 kondisi yang membahayakan manusia. Dalam kategori ini, tim berhasil menyelamatkan 18 orang, namun 21 orang meninggal dunia dan 5 orang masih dalam pencarian.
BACA JUGA:Pedagang Pantai Panjang Wajib Tempel Daftar Harga di Lapak
Tidak kalah penting, Basarnas Bengkulu juga mencatat satu peristiwa kecelakaan dengan penanganan khusus, yakni truk yang masuk jurang. Dalam insiden itu, tidak ada korban selamat, satu orang meninggal dunia, dan tidak ada yang masih dalam pencarian.
Selain itu, Basarnas Bengkulu juga turut serta dalam operasi penanganan satu bencana alam yang mengakibatkan 41 orang selamat dan tidak ada korban jiwa.
Secara keseluruhan, 42 operasi yang dilaksanakan Basarnas Bengkulu meliputi beragam jenis darurat, mulai dari kecelakaan kapal, kondisi membahayakan manusia, kecelakaan khusus, dan bencana alam. Angka 224 orang selamat adalah bukti kerja keras tim Basarnas, namun 31 jiwa yang terenggut tetap menjadi luka yang mendalam.
"Kami terus berupaya meningkatkan kapasitas, peralatan, dan pelatihan agar dapat mengurangi angka kematian di masa depan," ujar Mega.
Dengan menutup tahun 2025, diharapkan ditahun 2026 mendatang setiap operasi Basri dapat berakhir dengan lebih banyak nyawa terselamatkan dan lebih sedikit kehilangan.