Awal Kelahiran Dinosaurus: Benarkah Akibat Hujan 2 Juta Tahun di Bumi?

Ilustrasi Hujan jutaan tahun di bumi --FOTO/TANGKAPAN LAYAR

Radarkoran.com-Hujan 2 juta tahun di bumi sangat lebat dan berlangsung secara ekstrem, bukan hanya sekadar musim hujan, tetapi kondisi cuaca yang sangat intens dan sering terjadi selama jutaan tahun. Peristiwa ini dikenal sebagai Peristiwa Pluvial Carnian (Carnian Pluvial Event), terjadi sekitar 232 juta tahun lalu, dan disebabkan oleh aktivitas vulkanik besar-besaran yang melepaskan gas rumah kaca, memicu pemanasan global dan pengasaman laut.

Keberadaan superbenua Pangea, dengan kondisi laut yang hangat seperti sup panas, juga mendukung terbentuknya musim hujan yang sangat intens. Udara lembap dari samudra tertarik ke daratan, mendingin, dan jatuh menjadi hujan yang sangat deras dan intens.

Menyebabkan erosi besar-besaran, pembentukan cekungan lautan yang lebih luas, dan perubahan drastis pada permukaan Bumi. Banyak spesies yang tidak mampu beradaptasi dengan perubahan lingkungan yang drastis akhirnya punah, baik di darat maupun di lautan.

BACA JUGA:Ternyata Bumi Pernah Menangis Hingga 2 Juta Tahun: Jadi Cikal Bakal Kelahiran Dinosaurus

Peristiwa ini memicu evolusi pesat dan munculnya banyak spesies baru, termasuk kelompok dinosaurus yang menjadi lebih beragam dan dominan di darat. Setelah periode hujan yang intensif berakhir, Bumi kembali ke kondisi yang lebih stabil, memungkinkan kehidupan baru untuk berkembang dan mengarah pada munculnya kehidupan modern yang kita kenal saat ini.

Cikal bakal dinosaurus adalah archosauria, kelompok reptil yang muncul di awal Periode Trias, dan dinosaurus itu sendiri pertama kali muncul di akhir Periode Trias, sekitar 243 hingga 233,23 juta tahun yang lalu. Dinosaurus awal seperti Eoraptor dan Herrerasaurus adalah makhluk kecil, bipedal, dan relatif tidak menonjol di antara fauna saat itu. Namun, setelah peristiwa kepunahan Trias-Jura, mereka mulai tumbuh dan berkembang, menjadi kelompok dominan yang menguasai Bumi selama periode Jura dan Kapur hingga peristiwa kepunahan Kapur-Paleogen sekitar 66 juta tahun yang lalu.

BACA JUGA:Land Cruiser FJ 2026: Mobil Mewah yang Dirancang untuk Melibas Medan Ekstrem

Kelompok Archosauria ini berevolusi pada awal Periode Trias dan terpecah menjadi dua kelompok utama: Pseudosuchia (termasuk buaya) dan Ornithosuchia, yang mencakup dinosaurus dan kerabat mereka, pterosaurus.

Setelah peristiwa kepunahan Trias-Jura sekitar 201 juta tahun yang lalu, dinosaurus menjadi kelompok fauna yang dominan. Peristiwa tersebut secara efektif memusnahkan banyak pesaing mereka di antara archosaurus, meninggalkan lingkungan yang terbuka bagi dinosaurus untuk berkembang pesat.

Dinosaurus muncul dan mendominasi Bumi setelah Peristiwa Pluvial Carnian, sebuah periode hujan lebat selama 1-2 juta tahun yang terjadi sekitar 230 juta tahun lalu, pada era Trias Akhir. Setelah periode hujan yang dramatis ini, ketika iklim mulai kembali lebih kering, dinosaurus memanfaatkan lingkungan yang subur dan luas untuk berkembang biak.

BACA JUGA:Geely Xingyuan: Mobil Listrik Terlaris di Cina Hadir di Indonesia

Peristiwa Pluvial Carnian menciptakan fondasi ekologi yang memungkinkan dinosaurus tumbuh, berkembang biak, dan akhirnya menguasai Bumi selama sekitar 174 juta tahun. Dinosaurus menjadi kelompok hewan yang mendominasi daratan selama jutaan tahun berikutnya, meninggalkan jejak dalam bentuk burung yang kita kenal sekarang.

Tag
Share
Berita Terkini
Berita Terpopuler
Berita Pilihan