Dana Transfer Pusat Menurun, Bupati Bengkulu Tengah: Keuangan Daerah Sedang Diuji

Bupati Bengkulu Tengah, Drs. Rachmat Riyanto, ST, M.Ap. --FOTO/DOK
Radarkoran.com - Bupati Bengkulu Tengah, Drs. Rachmat Riyanto, ST, M.Ap menyampaikan, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bengkulu Tengah saat ini lagi menghadapi tantangan berat dalam hal keuangan daerah. Hal tersebut terjadi adanya penurunan dana transfer pemerintah pusat ke daerah.
Bahkan pada kesempatan ini Bupati Bengkulu Tengah ini menangapi mengenai informasi, terkait kembali menurunnya dana transfer pusat pada tahun 2026 mendatang. Seperti diketahui, Presiden RI Prabowo Subianto sudah menyampaikan Nota Keuangan dan Rancangan APBN 2026 pada Sidang Tahunan MPR di Gedung Parlemen Jakarta pada Jumat 15 Agustus 2025.
Dalam RAPBN 2026 tersebut, pemerintah mengusulkan alokasi dana transfer daerah sebesar Rp 650 triliun. Besaran itu turun 24,7 persen dibandingkan dana transfer daerah pada tahun 2025 ini sebesar Rp 864,1 triliun.
"Bagaimana pun kita harus realistis, harus menghadapi semuanya dengan tetap semangat. Slogan Maroba Kite Maju itu tidak hanya sekadar ucapan setiap hari, tapi hari ini kita betul-betul menghadapi tantangan yang luar biasa. Keuangan daerah sedang diuji," kata Rachmat.
Dijelaskannya, penurunan dana transfer pusat akan berdampak langsung pada kemampuan keuangan daerah. Apalagi hingga kini rincian resmi soal besaran pengurangan dana tersebut belum diterima pemerintah daerah.
BACA JUGA:Bupati Bengkulu Tengah: Bahan Pangan untuk MBG akan Dilakukan Rapid Tes
"Seperti yang saya sampaikan tadi, keuangan daerah sedang diuji dengan adanya penurunan dana transfer pusat ke daerah, dan tentu ini akan terimbas di Bengkulu Tengah. Sejauh ini kita belum menerima rincian pastinya (Penurunan dana transfer pusat ke daerah, red), baru sekedar informasi," papanya.
Lebih lanjut Bupati Rachmat mengatakan, Pemkab Bengkulu Tengah berharap pemangkasan dana dari pusat tidak terlalu besar, sehingga Bengkulu Tengah tetap mampu membiayai berbagai kebutuhan daerah, baik belanja rutin maupun program-program pembangunan.
"Tentunya semua dari kita berharap, pemangkasan yang dilakukan pusat tidak terlalu besar, agar kita tetap dapat membiayai semua kebutuhan-kebutuhan daerah," demikian Bupati Rachmat.