Radarkoran.com - Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Rejang Lebong akan memaksimalkan target Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari sektor retribusi parkir dengan mencegah terjadinya kebocoran PAD itu sendiri.
Tahun ini target PAD dari retribusi parkir ditetapkan sebesar Rp 700 juta. Jumlah ini meningkat jika dibandingkan dengan tahun 2024 lalu yang hanya Rp 500 juta.
Plt Kepala Dishub Rejang Lebong H. R Suryadi, S.Sos menyampaikan untuk mencegah terjadinya kebocoran PAD retribusi parkir di tahun ini, pihaknya akan memperketat pengawasan mulai dari tingkat pemungutan retribusi, hingga penyetoran.
"Tahun ini target PAD retribusi parkir yang ditetapkan cukup besar. Karena itu perlu usaha ekstra dan upaya keras untuk mengejar capaian target yang telah ditetapkan. Karena itu salah satu upaya yang kita lakukan, adalah dengan memperketat pengawasan yang selama ini belum terlalu maksimal," jelasnya.
Dia juga menyadari, selama ini memang pengawasan yang dilakukan pihaknya terhadap retribusi parkir di Rejang Lebong masih belum maksimal.
Bahkan kata dia, pihak Dishub juga jarang melakukan pembahasan secara rinci terkait dengan pungutan retribusi parkir di wilayah Rejang Lebong.
BACA JUGA:Safari Ramadan di Air Bening, Wabup Hendri Serahkan Bantuan untuk 3 Masjid
"Kedepannya kita akan meningkatkan komunikasi dengan koordinator parkir agar bisa lebih intens lagi. Jadi dengan adanya komunikasi yang lebih baik, kita yakin pemungutan PAD sektor retribusi parkir bisa berjalan lebih baik lagi," terangnya.
Dia juga mengingatkan para koordinator parkir di Rejang Lebong, agar lebih baik lagi dalam menjalankan tugasnya. Baik itu dari segi pemungutan retribusi parkir yang dilakukan di lapangan, maupun melakukan setoran PAD yang sudah ditetapkan secara tepat waktu.
"Yang kita inginkan setoran PAD yang disetorkan tepat waktu dan sesuai perjanjian. Jadi jika koordinator tidak serius, maka akan kita evaluasi bahkan kita gantikan dengan yang serius," tukasnya.