Radarkoran.com-Bumi yang kita tempati saat ini, ternyata pernah menangis hingga jutaan tahun. Tangisan bumi ini, sebetulnya adalah hujan yang turun tanpa henti selama 2 juta tahun lamanya. Iya benar, 2 juta tahun.
Bagaimana bisa bumi kehujanan selama 2 juta tahun? seperti apa kehidupan di dalamnya? kapan hal ini terjadi? jika kamu menanyakan semua pertanyaan ini, simak informasi selengkapnya yang telah dilansir oleh Radarkoran.com.
Di masa purba, Bumi pernah mengalami periode hujan berkepanjangan yang dikenal sebagai Peristiwa Pluvial Carnian (Carnian Pluvial Event), yang berlangsung sekitar dua juta tahun pada akhir periode Trias, sekitar 232 juta tahun yang lalu.
BACA JUGA:Planet Paling Besar di Tata Surya: Ini Alasan Kenapa Jupiter Tidak Pantas Tampung Kehidupan Manusia
Fenomena ini dipicu oleh aktivitas vulkanik besar-besaran yang melepaskan karbon dioksida, menyebabkan pemanasan global dan peningkatan penguapan air sehingga terbentuk awan tebal yang menyelimuti Bumi dan menimbulkan hujan tanpa henti. Peristiwa ini mengubah lanskap Bumi secara drastis, dengan daratan kering berubah menjadi rawa dan sungai baru, serta menyebabkan kepunahan spesies dan membuka jalan bagi evolusi kehidupan, termasuk munculnya dinosaurus.
Hujan di bumi, saat itu baru berhenti sekitar 2 juta tahun berikutnya. Hujan ini dikabarkan bermula lantaran adanya Letusan gunung berapi besar-besaran di zona yang sekarang menjadi Alaska dan British Columbia. Letusan ini melepaskan gas-gas vulkanik, terutama CO2, yang menyebabkan pemanasan global.
Akibat dari peristiwa tangisan bumi hingga jutaan tahun ini, berdampak pada perubahan iklim ekstrem mengubah kondisi daratan yang sebelumnya kering menjadi basah dan berawa, terbentuknya sungai-sungai baru, dampak yang sangat besar pada kehidupan, menyebabkan kepunahan massal, termasuk sekitar sepertiga spesies laut.
BACA JUGA:Begini Bentuk Permukaan Planet Neptunus: Letaknya Paling Jauh Dari Matahari
Bukan cuma itu saja, aktivitas ini juga membuka jalan bagi periode evolusi baru, termasuk bangkitnya dinosaurus. Peristiwa Pluvial Carnian merupakan salah satu episode iklim paling signifikan dalam sejarah Bumi, menunjukkan bagaimana aktivitas vulkanik dapat secara dramatis mengubah iklim planet dan memengaruhi evolusi kehidupan.
Kehidupan di Bumi dipaksa untuk beradaptasi dengan kondisi baru yang sangat basah, perubahan lingkungan yang lebih lembap dan subur menyebabkan tumbuhan dan dinosaurus berkembang biak dengan sangat pesat.
Aktivitas ini bukan hanya sekadar bualan belaka, sebab ada beberapa bukti yang ditemukan oleh para ilmuan bahwasannya bumi memang pernah dihujani selama 2 juta tahun tanpa pernah berhenti meskipun hanya satu hari saja.
BACA JUGA:Mitsubishi Outlander PHEV: Mobil Baru Tahun 2025, Menggabungkan Mesin Listrik dan Bensin
Para ahli geologi menemukan lapisan batuan silisiklastik berwarna gelap di dalam lapisan batuan karbonat yang umumnya kering, mengindikasikan kondisi basah selama periode tersebut.
Penemuan lapisan batuan serupa di berbagai negara memperkuat bukti bahwa Peristiwa Pluvial Karnia adalah fenomena global. Secara keseluruhan, hujan jutaan tahun di masa purba adalah periode transformatif yang membuka jalan bagi kemunculan dan evolusi kehidupan baru di Bumi.