Planet Terdekat ke-2 Dari Matahari: Apakah Venus Layak Menopang Kehidupan?

Ilustrasi permukaan planet venus --FOTO/TANGKAPAN LAYAR
Radarkoran.com-Planet Venus merupakan planet ke-2 yang jaraknya paling dekat dengan matahari. Planet venus sendiri, merupakan salah satu planet yang juga berada di galaksi yang sama dengan bumi, ia tepat berada di belakang Merkurius sebagai planet terdekat dengan matahari.
Venus saat ini tidak layak untuk kehidupan, dengan kondisi permukaan yang ekstrem seperti suhu sangat tinggi dan atmosfer beracun, tetapi ada bukti yang menunjukkan bahwa planet ini pernah layak huni di masa lalu ketika mungkin memiliki air dan iklim yang lebih stabil. Ada juga kemungkinan kecil kehidupan bisa ada di lapisan atas atmosfernya, di mana kondisinya lebih bersahabat, tetapi ini masih sangat belum pasti dan diperdebatkan.
Permukaan Venus sangat panas, mencapai sekitar 465°C hingga 846°C, cukup panas untuk melelehkan timah. Atmosfernya sangat tebal dan beracun, terdiri dari awan asam sulfat yang tebal, dan tekanan atmosfernya sekitar 90 kali lebih besar daripada Bumi.
BACA JUGA:Planet Paling Besar di Tata Surya: Ini Alasan Kenapa Jupiter Tidak Pantas Tampung Kehidupan Manusia
Tidak ada air cair di permukaan Venus karena suhu dan tekanan yang ekstrem. Rotasi Venus yang sangat lambat menyebabkan tidak adanya medan magnet pelindung, sehingga tidak melindungi dari radiasi berbahaya dari Matahari.
Penelitian menunjukkan bahwa Venus pernah memiliki iklim sedang dengan lautan dan suhu yang stabil selama miliaran tahun, yang bisa menopang kehidupan. Suatu peristiwa misterius akhirnya mengubah Venus menjadi kondisi ekstrem seperti sekarang.
Para ilmuwan menemukan gas fosfin, yang dianggap sebagai biosignature potensial, di awan Venus pada ketinggian di mana suhu dan tekanan lebih mirip Bumi. Keberadaan dan interpretasi fosfin di Venus masih diperdebatkan, dan penemuannya menunjukkan adanya kemungkinan kehidupan di atmosfer, namun belum pasti.
BACA JUGA:Begini Bentuk Permukaan Planet Neptunus: Letaknya Paling Jauh Dari Matahari
Peristiwa ekstrem utama yang mengubah Venus menjadi planet seperti sekarang adalah efek rumah kaca yang tak terkendali, yang terjadi miliaran tahun lalu dan menghapus airnya, menyebabkan pemanasan yang ekstrem akibat atmosfer yang padat dengan karbon dioksida. Selain itu, aktivitas gunung berapi yang luas juga berperan dalam mengubah permukaan Venus, menciptakan lingkungan yang panas, kering, dan seperti neraka yang kita kenal saat ini.
Sebelum berubah, Venus diyakini memiliki atmosfer yang cukup padat dan air cair di permukaannya, mirip dengan Bumi di masa lalu, serta mungkin mendukung kehidupan. Akibat hilangnya air dan peningkatan karbon dioksida di atmosfer, Venus mengalami siklus pemanasan yang tak terkendali, yang dikenal sebagai "efek rumah kaca". Efek ini menyebabkan semua air di planet menguap, meninggalkan Venus yang sangat panas dan tidak memiliki air cair di permukaannya.
BACA JUGA:Karena Ini Ilmuan Memprediksi Misi ke Planet Mars Terancam Gagal
Aktivitas vulkanik yang aktif di Venus, daripada lempeng tektonik seperti di Bumi, telah mengubah permukaannya. Perpaduan antara efek rumah kaca yang tak terkendali dan aktivitas gunung berapi yang intens telah mengubah Venus menjadi lingkungan yang ekstrem dan tidak ramah bagi kehidupan, menjadikannya "neraka" yang panas dan kering.