Apa Itu Fidyah? Pengertian, Kriteria dan Perhitungannya

Senin 10 Mar 2025 - 09:34 WIB
Reporter : Iyus Ismail
Editor : Eko Hatmono

Radarkoran.com - Kewajiban membayar fidyah tercantum dalam Al-Qur'an surah Al-Baqarah ayat 184. Membayar fidyah pengganti puasa wajib dibayarkan oleh orang yang tak mampu menjalankan ibadah puasa Ramadan dengan kriteria tertentu.

Dilansir dari situs Badan Amil Zakat Nasional (Baznas), fidyah diambil dari kata “fadaa” yang memiliki arti mengganti atau menebus.

Orang yang tidak mampu menjalankan ibadah puasa dengan kriteria tertentu diperbolehkan tidak berpuasa di bulan Ramadan dan tak harus menggantikannya di lain waktu. Adapun beberapa kriteria orang yang bisa mengganti puasa dengan membayar fidyah antara lain sebagai berikut:

 

- Orang tua renta yang tak memungkinkan berpuasa 

- Orang sakit parah yang kecil kemungkinannya untuk sembuh

- Ibu hamil atau menyusui yang jika berpuasa khawatir dengan kondisi diri atau bayinya (atas rekomendasi dokter).

 

Besaran membayar fidyah 

Seperti diketahui, fidyah wajib dibayarkan untuk mengganti ibadah puasa sesuai jumlah hari ditinggalkan untuk satu orang.

Menurut laman zakat.or.id, pembayaran fidyah bisa dilakukan dengan uang, makanan, atau beras. Fidyah yang dibayar dengan makanan harus beserta lauk pauknya, dan diberikan kepada fakir miskin untuk sekali makan. 

Sementara itu, menurut Ulama Hanafiah, fidyah dalam bentuk beras dibayarkan sekitar 1,5 kilogram per hari.

BACA JUGA:Mandi Wajib di Siang Hari Bisa Batalkan Puasa?

Lebih lanjut, ibu hamil yang tidak berpuasa di bulan Ramadhan bisa membayar fidyah berupa makanan pokok. 

Ibu hamil yang tidak berpuasa selama 30 hari, maka harus menyediakan fidyah 30 takar masing-masing 1,5 kilogram. Fidyah boleh dibayarkan kepada 30 orang fakir miskin atau beberapa orang saja dengan takaran yang sesuai. 

Kategori :