Kadis KPP Bengkulu Tengah Pastikan Pengawasan Bahan Baku MBG Diperketat

Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan (KPP) Kabupaten Bengkulu Tengah, Helmi Yuliandri, SP. --CANDRA/RK

Radarkoran.com - Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan (KPP) Kabupaten Bengkulu Tengah, Helmi Yuliandri, SP mengatakan, kalau pihaknya akan memperketat pengawasan terhadap dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) dengan melibatkan sejumlah pihak. Tak hanya itu, Dinas KPP Bengkulu Tengah pun 

memastikan akan memperketat pengawasan bahan baku MBG. 

Hal tersebut disampaikan Helmi Yuliandri menyikapi insiden dugaan keracunan makanan program MBG yang terjadi di Kabupaten Lebong. Dengan demikian Pemkab Bengkulu Tengah melalui Dinas KPP dan pihak terkait lainnya, mulai mengambil langkah antisipasi supaya hal serupa tidak terjadi di wilayah ini. 

Diterangkan Helmi Yuliandri, pengawasan ini difokuskan pada bahan baku yang digunakan dalam penyajian makanan MBG. Karena itu sayuran, daging, ikan, ayam, telur, beras dan bumbu dapur diperiksa secara ketat untuk memastikan tidak ada yang mengandung residu pestisida, formalin atau pun bahan kimia berbahaya lainnya.

BACA JUGA:Penyidik Kejari Bengkulu Tengah Periksa 10 Saksi Dugaan Korupsi Anggaran PKK

"Yang pastinya dan tidak bisa ditawar-tawar adalah bahan bakunya harus sesuai standar. Ini akan kami awasi bersama dengan Dinas Kesehatan, sehingga para pelajar yang mengonsumsi makanan MBG benar-benar aman," tegas Helmi Yuliandri. 

Lebih lanjut disampaikannya, sebagai langkah awal, Dinas KPP Bengkulu Tengah akan menyurati Badan Gizi Nasional (BGN) untuk meminta petunjuk teknis atau Juknis terkait pengawasan bahan pangan MBG. Karena sampai dengan saat ini, Juknis tersebut belum diterima Pemkab, sehingga menyulitkan proses pengawasan secara menyeluruh.

"Apakah pengawasan itu harus dilakukan di tingkat suplier atau langsung di dapur MBG, ini kan perlu kejelasan dari BGN. Begitu pula dengan petunjuk lain yang diperlukan terkait uji bahan pangan," katanya. 

Helmi Yuliandri juga menyampaikan keprihatinannya atas kasus keracunan yang menimpa ratusan siswa di Kabupaten Lebong, yang diduga akibat makanan MBG. Dia berharap peristiwa tersebut tidak kembali terjadi, termasuk di Kabupaten Bengkulu Tengah.

Tag
Share
Berita Terkini
Berita Terpopuler
Berita Pilihan