Musim Kemarau, Petani Diimbau Tanam Palawija

Areal pertanian padi di Kelurahan Talang Benih, Kecamatan Curup yang mengalami kekeringan--GATOT/RK

Radarkoran.com - Dalam upaya mengantisipasi dampak kerugian akibat kekeringan di musim kemarau, petani padi di daerah Rejang Lebong diimbau untuk dapat beralih menanam tanaman palawija yang dinilai lebih tahan dalam kondisi kekeringan. 

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pertanian dan Perikanan (Distankan) Kabupaten Rejang Lebong, Achmad Safriansyah meminta agar para petani di Kabupaten Rejang Lebong dapat melakukan penyesuaian jenis tanaman selama musim kemarau ini agar tidak mengalami kerugian akibat gagal panen. 

Penyesuaian jenis tanaman ini penting dilakukan karena saat ini wilayah Rejang Lebong sudah memasuki musim kemarau. Sehingga petani harus mencari tanaman alternatif selain tanaman padi, dengan tanaman lainnya yang tidak banyak menyerap air seperti tanaman palawija.

"Petani diminta beralih dari menanam padi ke tanaman palawija seperti jagung dan sayuran," kata Achmad. 

Lebih jauh, dampak musim kemarau di wilayah Rejang Lebong sudah sangat terlihat jelas saat ini. Sebagai contoh, adanya beberapa hektare lahan padi yang mengalami kekeringan di wilayah Kelurahan Talang Benih, Kecamatan Curup.

BACA JUGA: Kemenag Rejang Lebong Luncurkan Program Inovatif Bagi Pasangan Baru Menikah

BACA JUGA: Komisi I DPRD Rejang Lebong Akan Panggil BKPSDM, Ini Alasannya

Achmad menyebut, selain musim kemarau, faktor utama kekeringan yang melanda lahan pertanian di Kelurahan Talang Benih itu sendiri akibat sumber air yang mati dampak adanya bendungan Air Kepala Siring yang pada April 2025 lalu yang jebol diterjang banjir. Kerusakan pada bendungan yang menjadi sumber irigasi primer pertanian tersebut, menyebabkan saluran air ke sawah-sawah warga di Kelurahan Talang Benih jadi tidak tumbuh optimal.

"Untuk perbaikan bendungan yang rusak tersebut, kami tidak memiliki kewenangan langsung. Ini karena bendungan itu masuk dalam kategori irigasi primer yang bukan berada di bawah kendali Distankan Rejang Lebong," sampainya.

Lebih lanjut, dalam upaya mengantisipasi dampak kekeringan lahan pertanian yang ada di wilayah Rejang Lebong, Distankan Rejang Lebong saat ini tengah menyiapkan mesin pompa untuk dipinjamkan kepada petani. Namun, pihaknya Distankan juga mengalami kendala teknis berupa keterbatasan panjang selang salur air dan tidak tersedianya bahan bakar minyak (BBM) untuk operasional mesin pompa.

"Kami siapkan mesin pompa. Kalau petani punya selang sendiri dan bersedia mengisi BBM, silakan pinjam alat itu ke Distankan Rejang Lebong," ujar Achmad.

Tag
Share
Berita Terkini
Berita Terpopuler
Berita Pilihan